Wakapolda Bali Terima Kunjungan dari APVA Bali

Polda Bali – Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Gede Alit Widana, S.H., M.Si didampingi Kasubdit II Dit Intelkam Polda Bali, Kasubdit Dit Reskrimum Polda Bali, Kasubdit Dit Reskrimsus Polda Bali dan Kasubbid PID Bid Humas Polda Bali, menerima kunjungan dari Asosiasi Penukaran Valuta Asing (APVA) Bali yang dipimpin oleh Hj Ayu Astuti Dharma, bertempat di Ruang Tamu Wakapolda Bali, Jumat (5/5).

Dalam pertemuan tersebut, Hj Ayu Astuti Dharma yang merupakan Ketua APVA Bali menyampaikan bahwa maksud dan tujuan dari kedatangannya adalah untuk membahas masalah Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) yang tidak berizin. Menurutnya kegiatan tersebut sangat meresahkan dan juga merugikan citra usaha penukaran valuta asing yang berizin. Sebagai pedagang resmi dan berizin, pihaknya merasakan dampak akibat keberadaan pedagang ilegal karena selain merusak bisnis, juga dapat merusak citra pariwisata di Bali.

Selanjutnya, Hj Ayu Astuti Dharma juga mengatakan bahwa APVA Bali sudah berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan mendukung langkah Bank Indonesia dalam menertibkan kegiatan usaha penukaran valuta asing bukan bank atau money changer bodong. Ketua APVA Bali mengharapkan Polda Bali dapat memberikan sanksi yang sesuai dan tegas kepada money changer ilegal, mengingat sebelumnya sudah digelar penertiban, namun kegiatan ilegal masih menjamur.

Menanggapi hal tersebut, Wakapolda Bali mengatakan bahwa kegiatan usaha penukaran valuta asing yang tidak berizin atau illegal merupakan tugas dan tanggung jawab Kepolisian dalam hal ini Polda Bali untuk menangani dan menindak lanjuti terkait permasalahan tersebut. Untuk itu, Wakapolda Bali memberikan perintah kepada Dit Reskrim untuk mengantisipasi dan melakukan pemantauan bersama pihak berwenang serta melakukan penelusuran untuk menertibkan KUPVA ilegal yang ada di Bali. “Penertiban sangat penting, karena Bali merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Apabila tidak ditertibkan maka KUPVA ilegal akan mencederai kepercayaan wisatawan asing pada Bali,” tegas Wakapolda.

Lebih lanjut, Brigjen Pol. Drs. I Gede Alit Widana, S.H., M.Si memberikan saran kepada Asosiasi Penukaran Valuta Asing (APVA) Bali, agar memasang CCTV pada kantor-kantor yang dapat merekam setiap kegiatan, sehingga apabila ada kejadian atau tindak pidana, data dari CCTV dapat membantu Kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *