Pentingnya Apel Sebelum Melaksanakan Kegiatan Operasi Zebra Agung 2018

Polda Bali – Dihari yang ke sepuluh, Masing-masing Subsatgas Operasi Zebra Agung 2018 , telah berlangsung Apel Pagi Pengecekan Kesiapan Personel dalam rangka melaksanakan kegiatan Operasi Zebra Agung 2018 berikutnya.

Kegiatan Apel tersebut dilaksanakan untuk menyamakan Persepsi dalam kegiatan Operasi yang akan dilaksanakan nantinya, Apel Pagi dilaksanakan di Halaman depan Kantor Direktorat Lalu Lintas Polda Bali, dipimpin oleh Kasatgas 1 Fre-Emtif AKBP Drs. I Nyoman Sukasena, Kamis, (9/11/2018).

Dalam Apel tersebut disampaikan beberapa arahan yang perlu menjadi pemikiran kita bersama terutama dalam pelaksanaan Operasi Zebra Agung 2018, Penekanan yang pertama adalah tentang pelaksanaan Operasi ini dinilai oleh Pimpinan adalah Kurang Greget, artinya dalam pelaksanaan Operasi Zebra ini belum Maksimal sehingga diimbau kepada Jajaran bisa memberikan semacam  Suntikan kepada Masyarakat, untuk bisa Menggaungkan/Menggelorakan Operasi ini selama 14 hari Polri Melaksanakan Operasi Zebra Agung 2018 ini ” Ucapnya.”

Selain itu Kemungkinan pada tanggal 11 Nopember 2018  ini rencananya akan dilaksanakan GEBYAR dengan pola pelaksaannya di Perempatan-perempatan,  berupa Tindakan bagi Yang melanggar,  Sedangkan bagi yang lengkap akan diberikan Penghargaan/Reward dan Apresiasi berupa berupa Helm, ataupun hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan dalam berlalu lintas, “Tegasnya.

Disampaikan juga ada beberapa informasi bahwa di tempat lain telah diberikan Apresiasi oleh Kakorlantas terkait adanya penindakan yang Nota Bena STNK nya tidak di Syahkan bahwa itu dinilai Cukup Bagus sebagai Yurisprudensi ” bahwa yang tidak di Syahkan dalam satu Tahun masa berlakunya di anggap STNK tersebut tidak Syah ” tegas Sukasena.

Bahwa sasaran yang menjadi barometer dalam pelaksanaan Operasi Zebra Agung 2018 ini adalah Menekan jumlah Kapalitas agar lebih ditingkatkan lagi seperti ; Tanpa Helm, Melawan Arus, Safety bell, Menggunakan HP, tentang Teknisnya pelaksanaannya agar diatur serta tetap diawasi oleh Anggota Provoost, ” Pungkasnya.

Disamping kita melaksanakan kegiatan penindakan/Revresif, yang menjadi Kontraproduktif terhadap kegiatan Razia ini, namun Pelayanan-pelayanan tentang Kelancaran Arus tetap dilaksanakan terhadap kegiatan kita, sehingga tidak menimbulkan Kontraproduktif dari masyarakat ” Tegasnya.

Sedangkan Dinamika Operasi Zebra Agung 2018  yang dilaksanakan ini sudah dinilai Bagus, tidak Statis namun Dinamis, dan telah di Apresiasi ” Ucapnya.

Adapun Beberapa Kejadian yang telah terjadi perbandingan antara Tahun 2017 dengan 2018 jumlah Laka, Secara Kwalitas Menurun namun secara Kwantitas Naik 12. Menurut data yang ada bahwa Jumlah Kejadian pada Tahun 2018 sebanyak 12 , Meninggal Dunia 2, Luka Berat 2, Luka Ringan 25. Sedangkan Kejadian pada Tahun 2017 jumlah kejadian 5, Meninggal Dunia 1, Luka Berat 1, Luka Ringan 7. ”  Tutupnya.

No Responses

Write a response

%d bloggers like this: