Matur Piuning Diguyur Hujan, Kapolda Bali: Air Hujan adalah Berkah

Polda Bali – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI dan Bank Indonesia (BI) yang tergabung dalam Panitia Nasional Penyelenggaraan IMF-WB Annual Meeting 2018 menggelar persembahyangan matur piuning di Pura Besakih, Karangasem, Kamis (2/8).

Meskipun saat itu diguyur hujan, tidak mengurangi semangat dan konsentrasi para peserta memohon agar seluruh rangkaian kegiatan IMF-WB di Nusa Dua, Bali pada bulan Oktober mendatang berjalan aman dan sukses. Justru, mereka sepakat dengan ucapan Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose bahwa hujan yang turun itu adalah berkah dari Tuhan.

Selain Kapolda, persembahyangan matur piuning juga diikuti Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, S.H., M.A.P. dan beberapa Pejabat Utama Polda Bali. Bahkan Vice President and Corporate Secretary World Bank, Yvonne Tsikata dan Secretary’s Department and Secretary of the Fund IMF, Jianhai Lin sengaja meluangkan waktunya ke Bali agar bisa ikut sembahyang bersama.

Upacara ini mempersembahkan sesajen (banten) yang sudah disiapkan sesuai tradisi agama Hindu. Matur piuning dipimpin langsung Ida Pedanda Gede Rai Pidada dari Griya Sengguhan, Pidada, Klungkung.

Made Mangku Pastika mengatakan, upacara persembahyangan ngaturang piuning merupakan inisiatif bersama, baik dari panitia pusat, daerah serta dari IMF dan World Bank yang bertujuan agar even internasional yang bergengsi ini bisa berjalan dengan baik.

“Matur Piuning artinya semacam melaporkan kepada Tuhan, kepada para Dewa yang ada di Bali, bahwa kita akan menggelar suatu hajatan besar atau even yang sangat besar demi Bali, demi Indonesia dan bahkan juga bagi dunia. Namanya matur piuning kita bicara, kita menyampaikan apa maksud kita, hati kita dari hati yang paling dalam. Matur piuning biasanya dilakukan sebelum kita melakukan sesuatu, supaya Tuhan merestui sehingga semua berjalan dengan baik,” kata Gubernur Bali saat menjelaskan tentang makna matur piuning.

Dalam kesempatan itu, Ia juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut dalam penyelenggaraan persembahyangan kali ini. Terutama para petinggi IMF- World Bank yang berkenan hadir dan ikut melaksanakan persembahyangan dengan hati bersih dan tulus ikhlas.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para pemangku, jero bendesa, para pengelingsir di Pura Besakih, Bupati yang sudah berkesempatan ikut hadir pada acara ini. Semoga apa yang akan kita laksanakan nanti akan selamat, secure, safe, alam dan semua masyarakat Bali memberikan restu,” ujarnya.

Pastika juga menyatakan jika acara ini bukanlah inisiatif dia semata, namun hasil kesadaran semua pihak, dari panitia maupun penyelenggara. “Karena kita mengetahui masyarakat Bali mengedepankan baik aspek sekala maupun niskala, karena itulah yang membentuk nilai spiritual Bali,” tandasnya.

Sementara Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose menyampaikan bahwa Polri bersama TNI sudah siap melaksanakan pengamanan. Sejak menjabat sebagai Kapolda, ia berkomitmen akan menyukseskan IMF-WB Annual Meeting 2018.

“Kita sudah hadir dua kali di Washington, D.C. koordinasi dengan IMF-World Bank itu ada yang disebut dengan Annual Meeting dan Spring Meeting. Untuk membahas masalah security, kita bersama IMF-World Bank sudah menyelenggarakan May Meeting, July Meeting dan besok kita akan melaksanakan High Level Meeting yang akan membahas kendala-kendala apa saja yang masih dihadapi  pada persiapan akhir event ini,” jelas Kapolda Bali.

Menurutnya, pihaknya nanti akan mengamankan sekitar 228 orang VIP terdiri dari Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral yang datang dari 189 negara. Selain itu, pihaknya juga akan mengamankan peserta VVIP terdiri dari Managing Director IMF dan President World Bank, sehingga diperlukan pengamanan yang sangat ketat.

“Saat ini President World Bank dan Managing Director IMF sudah berada di Bali. Mereka amat sangat yakin dengan security yang sudah kita siapkan, yang kita kerjasamakan antar stakeholder baik dari kepolisian maupun dari militer untuk bersama-sama melaksanakan pengamanan, namun tetap mengutamakan kenyamanan para peserta,” terangnya.

Terkait isu Gunung Agung, pihaknya juga sudah menyiapkan berbagai macam rencana. Apabila terjadi erupsi pada saat even itu berlangsung, maka akan dilakukan rencana kontijensi sesuai yang sudah disiapkan dengan melibatkan TNI dan BPBD.

Sedangkan Secretary’s Department and Secretary of the Fund IMF, Jianhai Lin sangat berterima kasih dan mengapresiasi acara persembahyangan kali ini. Ia mengatakan, ribuan delegasi dari 189 negara di dunia tidak hanya bertemu membahas perkembangan isu ekonomi global tetapi juga akan berwisata mengeksplorasi indahnya Bali dan Indonesia selama seminggu.

“Mereka dengan mata kepala sendiri akan melihat betapa cantiknya Indonesia dan Bali dan betapa hangatnya masyarakat di Bali. Saya sudah sering ke sini dan setiap ke Bali saya banyak belajar tentang kehidupan masyarakat,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Vice President and Corporate Secretary World Bank, Yvonne Tsikata. Wanita murah senyum ini mengatakan, pertemuan tahunan nanti sekaligus menjadi ajang promosi bagi Bali dan Indonesia.

No Responses

Write a response

%d bloggers like this: