Kapolda Bali Sampaikan Beberapa Upaya Melawan Terorisme, dalam Giat Aksi Kebangsaan oleh Perguruan Tinggi

Polda Bali – Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose sebagai keynote speaker dalam rangka kegiatan aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme 2018, yang dihadiri oleh

Rektor Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia dan seluruh Rektor Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Bali. Bertempat di Rama Shinta Room, Grand Inna Bali Beach. Rabu, 26/9.

Kapolda Bali menyampaikan dalam peringatan satu tahun  Deklarasi Nusa Dua melalui aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan terorisme guna merumuskan langkah konkret dalam mencegah masuknya paham radikalisme pada dunia kampus, salah satunya dengan memperkuat pemahaman Ideologi Pancasila dalam kurikulum pendidikan bagi mahasiswa dan pembinaan terhadap dosen pengajar.

Satu hal yang menarik adalah radikalisme terjadi dikalangan mahasiswa, ini membuktikan bahwa radikalisme dan terorisme tidak hanya menyasar mereka yang berpendidikan rendah atau mereka yang memiliki ekonomi yangrendah, namun pada hakekatnya mereka menyasar orang yang memiliki kemampuan intelektual dan ekonomi yang mapan.

Upaya yang dilakukan untuk melawan aksi terorisme dilingkungan pendidikan adalah dengan melakukan program deradikalisasi yang persuasif, bertujuan untuk melepaskan idiologi radikalisme dengan cara dialog, forum diskusi dan debat terbuka melalui kontra terorisme dengan bersifat humanis, shoft power opproach dan menyentuh akar rumput. “Serta pemahaman tentang 4 pilar dasar kebangsaan yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.” Tegas Irjen Pol. Golose.

Harus dipahami bahwa kaum minoritas di negeri ini adalah kelompok radikal, bukan agama Islam, Kristen, Protestan, Katolik, Hindu, Budha Dan Kong Hu Cu yang memiliki kesepahaman kebangsaan yang sama yaitu NKRI dan kebhinekaan. “Oleh karena itu kita sebagai kelompok mayoritas di negeri ini jangan sampai menjadi silent mayority yang membiarkan nilai-nilai kebangsaan terkikis oleh kelompok minoritas.” Tutup orang nomor satu di Polda Bali ini.

No Responses

Write a response

%d bloggers like this: