Jelang Hari Pahlawan 10 November 2019, Dit Binmas Polda Bali sambangi dan memberikan sarana kontak kepada para Pecalang dan Sekaha Teruna Teruni Desa Penebel Tabanan.

Polda Bali – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November yang akan jatuh pada Ahad (Minggu.red) besok, Sub Direktorat Pembinaan Ketertiban Sosial (Subdit Bintibsos) Ditbinmas Polda Bali menyambangi para Pecalang Desa Adat Penebel dan sekaha Teruna Teruni (STT) Werdi Setiti Bakti Penebel Kaja dan STT Dharma Duta Saputra Desa adat Dukuh Penebel Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan, jumat (08/11).

Bertempat di Gedung Balai Serbaguna Nawa Krama Graha Desa Penebel, dimana selain untuk meningkatkan peran Pecalang dalam membantu Polri memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas), juga agar selalu tetap bersinergi dengan aparat Kepolisian di lapangan, sekaligus untuk menjaga tali silahturahmi, Subdit Bintibsos juga memberikan bimbingan penyuluhan terutama sekali tentang “Cinta Tanah Air”, mempertahankan Norma Pancasila, menjunjung tinggi 4 Pilar Kebangsaan dan juga mengingat jasa para Pahlawan yang telah gugur membela Tanah Air dengan melanjutkan semangat dan perjuangan para Pahlawan.

Pada kesempatan ini, Subdit Bintibsos selain juga melakukan sambang dan Bimbingan Penyuluhan (Binluh) sekaligus memberikan sarana Kontak berupa 25 pasang Saput dan Udeng Pecalang, beserta 10 buah rompi pecalang dan 7 buah Senter pengaturan lalu lintas dan juga Bola Volly dan Net Volly kepada muda mudi STT yang hadir.

Dalam kesempatan ini hadir AKBP. Drs. Moh. Asharianto, M.M., (Kasubdit Bintibsos sebagai Ketua Tim Binluh), didampingi oleh Kompol. I Made Selamet Bin Pundut (Kasi Bintibmas Subdit Bintibsos), Iptu I Wayan Purna, S.H.(Paur Bin Penakta Subdit Bintibsos), dan Staff Subdit Bintibsos Bripka Ary Sudarsa, S.H., dan PNS I Ketut Sarya, turut mendampingi Bendesa Adat Karadan Kecamatan Penebel I Wayan Sriana, Bendesa Adat Dukuh I Ketut Raharta, S. Sos, Bhabinkamtibmas Desa Penebel Aiptu. I Gusti Ngurah Sukawijaya, Babinsa Desa Penebel Serma I Made Suarsa, 25 orang Pecalang yang terdiri atas perwakilan Pecalang dari 7 Banjar adat, dan 16 orang perwakilan muda mudi STT.

Adapun Sambutan dari Bendesa Adat Karadan Kecamatan Penebel Tabanan untuk membuka kegiatan Binluh ini pada intinya bahwa “para bendesa adat, warga, dan pecalang menghaturkan Matur sukseme dan Selamat datang kepada tim dari Polda Bali yang sudah datang ke Desa pekaraman Penebel Kec. Penebel kab. Tabanan dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta memberikan penyuluhan kepada Pecalang dan muda mudi STT kami di Gedung serba guna ini” ucapnya,

Wayan menambahkan bahwa “selama ini belum pernah Pemerintah Daerah atau dari pihak Aparat Keamanan yang datang ke Desa kami, kemudian menjumpai warga kami dan memberikan penyuluhan serta bantuan kepada kami, sehingga pada kesempatan ini kami sangat bersyukur pada Tuhan dan menghaturkan apresiasi yang setinggi tingginya kepada aparat Keamanan yang sangat peduli kepada warga kami”, pungkasnya.

Sambutan dari Ketua Tim Binluh pada intinya yaitu “ucapan Terima kasih atas kesempatan yang di berikan oleh para Bendesa Adat Penebel Kab. Tabanan dan para Pecalang kepada kami Tim Bintibsos Dit Binmas Polda Bali untuk bisa hadir dan bertatap muka dengan para Pecalang dan muda mudi STT, ” tegasnya.

Ditambahkan Pamen Dit Binmas Polda Bali yang memilki hobby mengendarai Sepeda Motor Antik ini bahwa “Kedatangan kami adalah untuk bersinergi dan silahturahmi dengan warga masyarakat terutama warga masyarakat Desa Penebel kecamatan Penebel Kab. Tabanan dan para Pecalang yang merupakan Polisi Adat yang selama ini membantu tugas-tugas Polri di lapangan guna mengamankan kegiatan adat, mohon maaf bantuan yang akan kami berikan sesuaikan dengan dana dari Kantor, sehingga jikalau ada kurangnya kami mhon maaf yang sebesar-besarnya, ini adalah bagian dari bentuk kepedulian dan kedekatan Polri kepada warga masyrakat terutama kepada aparat Pam Swakarsa yang selama ini telah banyak membantu tugas Polri”, tegasnya,

Pria yang memiliki seorang Putra yang juga adalah anggota Polri ini menambahkan, “bahwa Sesuai UU No. 2 Tahun 2002 dimana Polri adalah aparat penegak hukum dan agar tercipta Harkamtibmas maka perlunya kerjasama atau sinergitas Polri dengan warga masyarakat terlebih kepada pam swakarsa seperti Pecalang, Linmas dan Satpam yang merupakan perpanjangan tangan Pemerintah terutama Polri di Masyarakat Guna menjaga Kamtibmas”, tegasnya.

Pemberian materi oleh Paur Bin Penakta Subdit Bintibsos Iptu. I Wayan Purna, S.H. dimana pada intinya adalah sebagai berikut “Ucapan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga kita semua di berikan kesehatan sehingga masih bisa bertemu pada kesempatan ini, Saya mengucapkan terima kasih kepada para Bendesa Adat, Ketua Pecalang, para Pecalang dan Muda Mudi STT yang turut hadir mengikuti kegiatan ini, kami ada sedikit menitipkan oleh-oleh dari Direktur Binmas Polda untuk Pecalang yaitu rompi pengaturan Lalin, lampu senter lalin bersama Saput Udeng agar senantiasa aman dan nyaman dalam bertugas serta Bola Volly dan Net Volly untuk muda mudi STT agar senantiasa berolahraga demi menjaga kesehatan dan berprestasi sehingga bisa terhindar pula dari bahaya kenakalan remaja seperti trek-trekan, Miras dan Narkoba”, tegasnya.

Ditambahkan Perwira Pertama di jajaran Binmas Polda Bali dengan pangkat Dua Balok di Pundak, “saya menghimbau kepada masyarakat Adat bersama Pecalang agar saling sinergi dengan aparat Kepolisian dan TNI untuk bersama2 menjaga Bali terutama Bali sebagai destinasi pariwisata dunia agar senantiasa aman dan tentram, tugas Pecalang sebagai penjaga adat di Bali sangat membantu tugas-tugas Kepolisian di lapangan dalam menjaga keajegan Bali dan kegiatan-kegiatan adat dan agama maka pecalang pula mesti mempedomani aturan Hukum Positif Indonesia, juga cara pengaturan lalu lintas ketika ada kegiatan upacara adat”, pungkasnya.

Perwira Polri yang juga pernah bertugas selama 12 Tahun sebagai Instruktur di SPN Singaraja ini juga menambahkan “Pecalang jangan diikut sertakan dalam kegiatan Party atau pesta-pesta atau Konser musik, jangan juga sebagai petugas parkir, jangan pecalang diikut sertakan dalam kegiatan kampanye Partai Politik karena sudah tidak sesuai lagi dengan tupoksi Pecalang sebagai Polisi Adat kalau pun ikut jangan berpakaian pecalang, Pecalang harus juga mempedomani 5S, yaitu Senyum, sapa, salam, sopan santun dan ramah tamah, jangan arogan atau “over acting”, jangan tutup jalan tapi tidak diarahkan masyarakat ke jalur alternatif, Masyarakat Adat juga kalau mau menutup jalan bersurat dulu ke dinas perhubungan dan tembusan kepada Polres setempat karena jalan adalah milik bersama, sehingga kita tidak kelihatan arogansi yang berlebihan kepada setiap warga masyarakat lain, syarat Pecalang harus celang bisa membaca dan menulis dan harus jeli menjaga keamanan Desa, bijaksana dalam mengambil keputusan, sedangkan untuk Muda Mudi STT Desa Penebel saya harapkan agar jangan ikut-ikutan bahaya Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkoba, tetap jaga nama baik diri dan keluarga serta Desa Adat Penebel demi cita-cita luhur para pejuang Bangsa yang telah merebut Bangsa ini dari tangan para penjajah”, tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *